PENYELAMATAN GENERASI BANGSA UNTUK GENERASI YANG HILANG

Sebagai kelompok subordinatif dari kelompok atau kalangan yang lebih superior, anak jalanan berada pada posisi yang memerlukan perhatian semua pihak, tak kercuali masyarakat umum. Sementara itu pada saat bersamaan, mereka seolah kaum yang termarginalkan hanya merusak jalanan.

Dampak krisis ekonomi yang telah menghantam bangsa Indonesia , hingga saat ini masih melumpuhkan sektor regional. Pemutusan hubungan kerja (PHK) dan kurangnya lapangan pekerjaan mempersulit akses kesejahteraan. Resesi ini juga menambah bobot angka kemiskinan. Salah satu indikasinya adalah terbatasnya ruang gerak usaha bagi kalangan akar rumput. Tak heran jika pada akhirnya banyak orang tua dari kalangan ini mengakibatkan pemenuhan hak dan kewajiban terhadap anak-anaknya, terutama dalam pendidikan. Al hasil, anak-anak mereka terlantar dan berjibaku di jalanan.

Kawanan anak jalanan adalah anak usia sekolah (6-19 tahun) yang telah putus sekolah. Ironisnya mereka terpaksa bekerja di jalanan. Sebuah dunia yang sangat membahayakan bagi usia mereka. Mulai dari ancaman tindak kejahatan, kekerasan, kecelakaan, bahaya kesehatan akibat polusi udara, sengatan matahari, guyuran hujan, sampai tindak kejahatan sexualitas. Pendek kata mengganggu perkembangan fisik, psiskologi, emosional bahkan moral mereka sebagai generasi bangsa ini.

Meningkatnya populasi anak terlantar jalanan daritahun ke tahun, mengisyaratkan bahwa perhatian terhadap mereka tidak kunjung nyata. Mereka seperti ditakdirkan untuk menderita dan menanggung kemasgulan demi kemasgulan dari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dan sunyi dari perhatian komponen masyarakat.

Anak jalanan sebenarnya kehilangan tujuan hidup yang akan membuat mereka menikmati kesejahteraan hakiki. Statisnya kualitas hidup anak terlantar disebabkan pekerjaan yang mereka geluti tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Terkadang mereka mengamen dengan suara pas-pasan, atau meminta-minta dengan cara memaksa sehingga mengganggu ketertiban pengguna jalan. Tepatnya mereka belum mendapatkan pendidikan yang menunjang hidup.

Pada hakekatnya masyarakat kita secara potensial berisiko mengalami kehilangan generasi “the lost generation” ketika orang tua mereka mengabaikan pendidikannya. Situasi ini membuat anak telantar menelantarkan pendidikan dan ditelantarkan oleh pendidikan.


Pertanyaan Mendasar Yang Kemudian Mengemuka :

Siapa Yang Bertanggungjawab Atas kehidupan Mereka ?

Konsep Dan Langkah Seperti Apakah Yang Tepat Bagi Mereka ?


Mengingat tujuan hidup sangat penting bagi jiwa setiap individu serta bagi anak bangsa negeri ini;  maka harus terus diprovokasi. Mereka harus terus ditanamkan semangat perubahan, taqwa sebagai landasan utama, percaya diri, bekerja keras, tekun, berjiwa besar dan pantang menyerah. Pendidikan immaterial akan mampu membangun kualitas jiwa anak bangsa negeri ini menjadi bangsa yang besar yang memiliki harga diri dan bangsa yang dapat diperhitungkan di JAGAD KHATULISTIWA.

SAVE THE NATION’S CHILDREN FOR THE LOST GENERATION

9 Responses to PENYELAMATAN GENERASI BANGSA UNTUK GENERASI YANG HILANG

  1. julie mengatakan:

    kunjungan perdana sobat
    keepblogging and always keep me in your heart :)

  2. sauskecap mengatakan:

    mulai dari diri sendiri, kerja keras, dan berusaha tidak merugikan orang lain…

  3. yasmin mengatakan:

    kunci pertama untuk mengurangi jumlah anak jalanan adalah menumbuhkan iman & taqwa, rasa percaya diri, motivasi utk kerja keras dan anti-putus asa di tiap-tiap diri anak jalanan.

    kunci kedua adalah mulai menempa anak-anak jalanan dengan ajaran agama & pendidikan di sebuah tempat khusus yang layak yang seharusnya disediakan pemerintah buat mereka.

    jika 2 hal ini dilakukan, mudah-mudahan Indonesia tidak sampai mengalami ”The Lost Generation” dan juga ketertiban lingkungan akan semakin baik.

  4. wibisono mengatakan:

    penyebab timbulnya anak jalanan adalah faktor ekonomi. Susahnya mencari pekerjaan bagi anak-anak. alternatif utamanya adalah mengamen. coba ada lapangan pekerjaan bagi anak-anak. hehe..

  5. tomi mengatakan:

    mungkin kalo terdapat banyak lowongan kerja dan perbanyak seks education, mgkn akan mengurangi anak telantar..

  6. ipan ripai mengatakan:

    makin banyak aja ekarng yang jad pengemis..

  7. alief mengatakan:

    kita sudah terlalu jauh dari moral “agama” kembali mengamaLKAN AJARAN AGAMA DENGAN BENAR akan dapat mengembalikan kebahagian mereka, bukan hanya akhirat yang berbahagia karena mengamalkan agama, tapi juga kehidupan dunia yang berbahagia, sehingga yang namanya anak jalanan dan terlantar pun akan diperhatikan karena itu jug asalah satu tuntutan agama

  8. adhe quthb mengatakan:

    Tanggung jawab kita bersama, tapi semakin tinggi tingkat jabatan/strata, pasti makin tinggi juga persentase tanggung jwabnya :)

    salam kenal :)

  9. andee mengatakan:

    blogwking here guys…like this post

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.