Hidup dalam penjara tentu terbayang menjalani keseharian dengan suram. Namun kesuraman itu setidakny
a bakal menjadi ringan bila Anda menghuni Rumah Tahanan Perempuan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Tim Pemberantas Mafia Hukum mendapatkan ruang tahanan mewah dan berfasilitas lengkap bak hotel di Rutan Perempuan Pondok Bambu, baru-baru ini.
Masalahnya, tak semua ruangan penjara berfasilitas semewah itu. Artinya hanya narapidana tertentu yang bisa menempati ruangan spesial itu. Besar dugaan terjadi diskriminasi antara sesama narapidana. Seorang penghuni sel mewah tersebut mengaku mendapatkan barang-barang di selnya atas pemberian orang lain.
Namun tak tertutup kemungkinan para tahanan membayar sejumlah uang kepada petugas rutan untuk mendapatkan fasilitas mewah ini. Hingga berita ini disusun, pihak Rutan Pondok Bambu enggan berkomentar perihal fasilitas mewah para tahanan elite ini.
Hotel prodeo yang biasa diidentikkan dengan kata penjara kini justru bisa lebih mewah dari hotel yang sebenarnya. Setidaknya itulah yang tercermin dari ruang penjara tempat narapidana kasus penyuapan, Artalita Suryani ditahan. Di Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur, perempuan yang akrab disapa Ayin itu mendapatkan kemudahan mengurus perusahaannya. Artalyta memimpin sebuah perusahaan yang penting dan bergerak di bidang pelayanan publik, yaitu bisnis kapal penyeberangan penumpang. Dia menjelaskan, Artalyta mempekerjakan antara 50 ribu hingga 80 ribu karyawan.
Terungkapnya fasilitas mewah yang diberikan kepada terpidana kasus suap itu. Jauh dari bayangan orang tentang ruang tahanan, sel berukuran delapan kali delapan meter tempat Ayin meringkuk dilengkapi kulkas, televisi layar datar, hingga penyejuk ruangan. Bukan cuma itu, ada sebuah ruang untuk bersantai dan berkaroke tak jauh dari sel Ayin.
Kenyataan ini pula yang mengejutkan tim Pemberantas Mafia Hukum saat melakukan inspeksi mendadak di Rutan Pondok Bambu. Tim yang baru dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini pun meradang. Adanya kongkalikong antara narapidana dengan lapas maupun pejabat negara diduga menjadi penyebab kemewahan yang diterima Ayin.
Terungkapnya suatu kejadian ini bukanlah menjadi suatu rahasia umum lagi dikehidupan hotel prodeo yang berada di negara kita ini. Ini merupakan suatu kasus kecil yang terungkap. Suatu Lembaga yang diberikan suatu kewenangan dalam hal melakukan pembinaan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan melakukan kesalahan besar. Apakah dengan kejadian belakangan ini seluruh jajaran aparat PROJUSTITIA sudah banyak menjadi oknum.
Hancurnya sumber daya manusia yang berperan di institusi PROJUSTITIA sangatlah mengiris hati kita semua. Mereka telah menjual harga diri mereka dan bangsa ini lebih dari pada manusia yang paling hina di dunia. Yang sangat di khawatirkan oleh kita semua sebagai warga negara yang mempunyai kedudukan yang sama dihadapan hukum adalah oknum petugas yang bersembunyi dibalik kebesaran seragam dan pangkat serta kedudukan yang mempunyai wilayah otonom dibawah kewenangannya.













beginilah indonesia, siapa punya uang dia yg berkuasa…
salam kenal
ijin tukeran link ya broo..
terima kasih
Yo… yang punya uang banyak, tinggal dipenjara sudah enak lho…
tapi cara cari uang banyak itu kan juga ga gampang T_T…
Salam kenal juga, dan terimakasih. Link telah terpasang.
semuaa bersumber pada uang. harusnya manusialah yang mengendalikannya bukan malah dikendalikan.
ehh..rumah kita samaa.salam kenall
kacau banjet nih emang indonesia..
hebat ya.. di penjara aja masih bisa pasel..
Yg punya duit, yg berkuasa
lagi lagi uang..
no money no facility. bener ga tulisannya?
Ayin kembali membuat berita heboh, dengan ditemukannya fasilitas mewah di sel yang dihuni olehnya dalam infeksi mendadak SatGas pemberantasan mafia hukum. Sebenarnya bukan hal yang aneh bagi seorang ayin untuk bisa memperoleh fasilitas yang demikian mewah. Mengingat kapasitas dan kemampuan dia sebagai ratu lobi.
Namun, siapapun orangnya yang menjadi tahanan. Sudah seharusnya diperlakukan sama. Sebab semua orang sama di depan hukum tanpa memandang status.
Membuat Blog
inilah potret diskriminasi di endpnesa tercinta ini
jaman dahulu kala,ada sebuah hukum yang mengatur segala hal di dunia.bahkan hukum dan tata cara buang hajat pun juga diaturnya.bagi seorang pencuri mendapat hukuman potong tangan dan pezina mendapat hukuman rajam.
setiap warga negara mempunyai derajat yg sama,bahkan seorang kepala negara,seorang utusan pernah berkata,”andai fatimah binti rasulullah mencuri,maka akan kupotong tanganya”
tp hukum dan ajaran yg dibawanya sekarang telah dianggap kuno dan melanggar ham,orang mencuri bebas,orang berzina biasa aja
hadooooh yang di atas tolong di hapus salah kirim.. hehehehe.. jadi malu..
RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Ya gitu deh kalau punya banyak uang dan moralnya bobrok
… Yang punya uang enak pake AC dll, yang nggak punya ya melongo… Kapan ya bisa berubah…