Ratusan rumah di kawasan Jakarta , Kamis (7/1) petang, terendam banjir. Banjir diakibatkan oleh guyuran hujan yang melanda Kota Jakarta kurang lebih selama tiga jam.
Hujan lebat juga membuat lalu lintas sepanjang Jalan Gatot Subroto hingga Pancoran macet total. Kemacetan juga terjadi di kawasan Jalan M.T. Haryono hingga Cawang Atas. Lalu lintas di sepanjang jalan tersebut semrawut, bahkan jalur bus Transjakarta pun dipadati kendaraan pribadi dan sepeda motor. Tak sedikit dari pengguna jalan yang lebih memilih berjalan kaki untuk menembus kemacetan. Hingga berita ini diturunkan diduga telah terjadi banjir di kawasan Cawang, Jaktim. Bahkan, underpass atau terowongan Cawang turut tergenang.
Cuaca buruk ini terjadi akibat pengaruh munculnya fenomena El Nino pada musim penghujan. Cuaca tak bersahabat ini diperkirakan bakal terus berlangsung hingga Februari mendatang. Informasi ini dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kamis (6/1) dalam siaran pemberitaan di media massa elotronik.
Ibu Kota Negara yang menjadi cermin dan pusat perhatian duniapun selalu menghadapi permasalahan yang sama dari tahun ke tahun. Banyaknya anggaran yang dikeluarkan tidaklah mencukupi untuk dapat mengatasi permasalahan banjir. Terbitnya suatu peraturan perundang-undangan mengenai Amdalpun hanya sebuah buku yang tersimpan yang menjadi susunan kelengkapan di dalam perpustakaan tanpa mau menegakkan apa yang telah menjadi suatu kesepakatan bersama. Akhirnya masyarakat selalu pada pihak yang merugi. Karena alam tidak mengenal kebijakan suatu kompromi akan suatu kelompok yang tidak pernah mau mengedepankan kepentingan dampak lingkungan kehidupan.













