Situasi kondisi zaman yang penuh dengan kemelut membuat masyarakat merasa kurang nyaman d
alam memperoleh perlindungan hukum di negeri sendiri. Ternyata proses penegakan hukum dari tingkatan bawah hingga pada jalur pembinaan di Lembaga pemasyarakatan mengalami proses yang pajang hingga membuat hati kita menjadi jenuh. Masyarakat yang telah mengalami proses pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan tidak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, mulai dari kapasitas tempat penampungan bagi para warga binaan di LP/Rutan hingga kelayakan kehidupan di dalam penjara. Semua yang menjadi over load (kelebihan kapasitas) memgurangi kinerja dalam pengawasan dalam proses pengawasan di LP/Rutan. Belum lagi dalam proses sosialisasi dalam hal pengembalian ex narapidana dalam kehidupan masyarakat.
Bila kita mengkaji lebih jauh secara analisa logika. Hukum di Indonesia telah diatur sedemikian rupa dan di bentuk serta dibuat dengan biaya yang tidak sedikit. Hampir setiap tahun DPR-RI mengeluarkan Undang-Undang, dan setiap lemaga independent di Indonesia banyak sekali didirikan. Akan tetapi semua itu belum dapat mengatasi permasalahan-permasalahan hukum yang terjadi di negeri ini.Seandainya Hakim di negeri ini menerapkan dan menjalankan dalam melakukan proses penetapan hukuman bagi para pelanggar hukum yang mana masa hukumannya jatuh vonis di bawah satu tahun tidak perlu dimasukan dalam penjara seperti yang tertuang dalam KUHP pidana pasal 14 (a) mungkin hal tersebut dapat mengurangi kepadatan jumlah penghuni tahanan di LP/Rutan. Apalagi dalam meberikan Pembebasan Bersyarat bagi tahanan yang sudah melakukan masa tahanannya sudah melakukan 2/3 dari masa tahanan maka akan lebih terjaga hak-hak asasi manusia bagi para nara pidana. Walau bagai manapun mereka para napi adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama menurut Undang-Undang dan aturan yang berlaku.
Tragedi Cicak dan Buaya, merupakan aksi unjuk gigi para aparat penegakan hukum di Indonesia. Aksi arogansi ini timbul akibat dari kepentingan suatu kelompok yang terusik wilayah kerjanya atau yang jelas jobnya (pekerjaannya) dalam penanganan suatu perkara. Yang pada akhirnya bermuara pada satu titik permasalahan mengenai kasus Korupsi atau terkenal dengan perampokan bank yang dilakukan oleh pemilik bankya sendiri.
Dalam proses penyelesaiannyapun di dalam gedung megah dan mewah milik rakyat sangatlah pelik. para elit politik dengan indahnya bermain dengan kata-kata berdasarkan logika, perdebatan demi perdebatan mengalir kencang dalam ruangan sidang mengalir bagaikan air dan film drama yang dipenuhi trik dan intrik yang membuat masyarakat lelah hati dalam suatu penantian yang tidak tahu hasil akhir cerita yang akan berakhir dengan suatu peristiwa tragedi yang penuh dengan tandatanya besar.
Disaat pemerintah sedang terfokus untuk menyelesaikan proses kasus-kasus yang berhubungan dengan hukum, mayoritas masyarakat Indonesia mengalami tragedi fenomena alam yang mengincar kelangsungan kehidupan mereka. Masyarakat Indosesia harus menghadapi gejolak alam yang sedang mengamuk di awal tahun 2010 tanpa adanya bantuan dari para pemimpinnya. Sedangkan wadah suatu lembaga telah dipersiapkan oleh pemerintah dalam penanggulangan korban bencana di negeri ini, namun lmbaga tersebut belum juga dapat mencapai target maksimal dalam sasaran wilayah yang terkena bencana.
Begitu kompleksnya permasalahan yang sedang dihadapi oleh ibu pertiwi ini. Hingga membuat masyarakat tidak tahu lagi apa yang harus mereka perbuat. Negeri ini banyak bangunan yang terdapat departemen bila digambarkan suatu hukum ketatanegaraan telah lengkap. Namun sangatlah disayangkan semua itu hanyalah pajangan tanpa berfungsi dan dapat dirasakan oleh masyarakat.
Semua peristiwa yang terjadi di negara ini benar-benar membuat penduduk seisi negeri ini menjadi lelah dan letih. Sadar ataupun tidak kita telah jatuh terjebak ke jurang problematika yang nyaris tak tertembus nalar dan logika, jika semua peristiwa tersebut di jadikan cambuk pelajaran untuk membentuk kepribadian manusia Indonesia yang bersih, piawai, jujur dan terpuji, yang pada akhirnya akan membawa kita kepijakan awal proses menuju puncak kejayaan Bangsa Indonesia.
Indonesia merupakan negeri khatulistiwa yang memperoleh sinar matahari dan curah hujan yang cukup. Beriklim tropis tidak terlalu panas. Menganut 2 musim, kemarau dan hujan, telah membentuk struktur tanah gembur dan subur, sekaligus memberikan suatu yang khas bagi warganya; brkulit sawo matang, mudah berubah, gampang beradaptasi, sesekali terlihat putih, kadang menguning, bisa juga memerah, bahkan menghitam membuat tak bosan mata memandang, lalu kita biasa menyebutnya si hitam manis, hitam-hitam buah manggis, biarpun hitam kupandang manis.
Indonesia merupakan salah satu keajaiban dunia yang memiliki ribuan fenomena alam dengan berbagai keunikan yang berada didalamnya. Laut ang membentang dari Sabang samapai Merauke tekstur bagian atasnya akan membiru terkena panulan sinar matahari berkolaborasi dengan air laut yang menangkap warna langit biru. Jadilah ia seperti itu membiru tanpa ada seseorang yang mewarnai dan putih berada pada bagian yang paling bawah dari tekstur itu karena jauh dari jangkauan sinar matahari.
Karena itulah kita bangga menjadi orang Indonesia. Syukur kepada Tuhan atas limpahan rahmat dan karunia yang Tuhan anugerahkan kepada diri dan negeri kita. Tak sedikitpun tidak punya maksud membanggakan diri, apalagi bersikap arogan dan temperamen. Bentuk dan warna diperoleh karena pemberian alam semesta. Dengan istilah lain habitat makhluk hidup sangat bergantung dan sesuai dengan iklim sistem dan kondisi si mana dia berdiam.
Bangsa Indonesia harus menyadarkan dirinya kebentuk permainan yang sesungguhnya, tenteng posisi dan peran yang semestinya diemban. Alam telah menunjukkan ke arah itu. Kondisi iklim yang sedng akan menempatkan bangsa ini beerada di posisi pertengahan. setiap yang berada ditengah berfungsi sebagai alat penyeimbang dan menjaga kestabilan.
Mentalitas yang tangguh, kepercayaan diri yang tertinggi, nyali dan keberanian tidaklah hanya dapat diperoleh dari ideologi dan doktrin. Keberadan negeri Indonedia yang berada tepat pada bentang khatulistiwa yang memiliki struktur tanah yang subur untuk bercocok tanam, pemandangan yang indah bagai surga di dunia yang meliputi deretan gunung-gunung yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, termasuk perbedaan suku, warna kulit, semuanya ada di negeri ini hidup secara berdampingan dengan tingkat toleransi keberagaman.
Namun apalah artinya semua itu jika tidak bisa mensejajarkan diri dengan bangsa kita sendiri, menyuburkan sesubur bumi yang ditempati, potensi diri sesuai dengan poensi alam ag dimiliki. Dengan demikian terjadilah hubungan sinergis antara alam dan manusianya, tercapailah tatanan hidup dan kehidupan yang makmur dan sejahtera.
Negeri Indonesia tempat kita lahir dan dibesarkan. Negeri yang pernah dijajah selama tiga setengah abad, di pandang rendah dengan sebutan Inlander dan panggilan Indon yang menghinakan atau dicap sebagai bangsa kuli atau budak. amun sebenarnya kita memiliki poensi besar untuk menjadi yang terbaik di dunia ini.
Bangsa Indonesia harus meyakini bahwa hari eso Bangsa Indonesia akan lebih baik daripada ari kemarin. Kita tahu itu akan terjadi kalau semua orang Bangsa Indonesia melakukan peranana yang masing-masing memainkan peranan penting dalam menuntun Bangsa ini kembali menjadi negeri yang memegang hukum dan prinsip hukum dengan mengedepankan keadilan.
Tiadak Ada Seorangpun Yang Bisa Memiliki
Kehidupan, Kemerdekaan, Atau Kemungkinan Kebahagiaan
Kecuali Bila Negaranya
Merdeka , Hidup, Dan Bahagia
Bangkitlah Bangsaku………………Jayalah Negeriku
-6.356113
106.895113